MENELUSURI JEJAK SEJARAH KEHIDUPAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

            Siapa yang tak kenal dengan jurusan yang satu ini? Jurusan yang seperti dokter dalam dunia pendidikan. Jurusan yang melahirkan wisudawan – wisudawan terbaik setiap tahunnya. Jurusan yang tidak hanya mengajarkan teori melainkan juga melatih skill setiap mahasiswanya. Profesi yang mampu memberikan angin segar ditengah problematika pendidikan. Profesi yang tidak dipandang sebelah mata kembali oleh kalangan masyarakat. Kini profesi dan jurusan tersebut mampu menunjukkan tonggak tiang emasnya di tengah masyarakat bawah, menengah dan atas. Jurusan ini merupakan jurusan tertua yang ada di Universitas Negeri Surabaya dan Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan ini berada di deretan baris gedung belakang. Nama profesi jurusan ini biasa didengar dengan sebutan “konselor”, tidak lain adalah jurusan Bimbingan dan Konseling atau BK.

Masa Perjuangan

            Mengulas sejarah Bimbingan dan Konseling akan membahas sejarah Universitas Negeri Surabaya. Sering kita mendengar desus – desus bahwa, “lahinya jurusan Bimbingan dan Konseling bertepatan dengan lahirnya Universitas Negeri Surabaya”. Memang, itu tidak salah karena Bimbingan dan Konseling lahir dari UNESA yang dulu bernama IKIP Surabaya. Jurusan kita lahir tepat pada tanggal 19 Desember 1964. Nama pertama kali Bimbingan dan Konseling adalah GC ( Guidance Counseling) entah apa yang melatar belakangi hal tersebut. Beberapa tahun, kemudian nama Guidance Counseling berganti nama menjadi BP ( Bimbingan Penyuluhan ). Selajutnya berganti nama menjadi BK ( Bimbingan dan Konseling ) hingga sekarang. Tidak hanya namanya saja yang berpindah – pindah bahkan gedungnya pun ikut berpindah – pindah seiring dengan pergantian namanya. Gedung pertama kali Bimbingan dan Konseling berada di Jln. Pencidilan ( bekas sekolah orang cina ) yang kini menjadi showroom kendaraan bermotor. Menurut Su… “Gedung Bimbingan dan Konseling pernah bertempat di Jl. Teratai karena gedung yang ada di Pencidilan diminta oleh pemiliknya. Hal itu yang membuat gedung BK berpindah dari Pencidilan ke Teratai”.

            Dalam melangkah dengan 1000 kaki, tidak akan berujung bila 1000 kaki ikut menentukan langkah. Salah satu dari 1000 kaki tersebut harus ada 1 kaki yang memandu agar setiap langkah itu berujung. Perumpamaan itu juga berlaku pada prodi Bimbingan dan Konseling. Pemimpin pertama kali Bimbingan dam Konseling dipegang oleh Prof. Taufik selaku pembantu dekan 2 FIP. Beliu menjadi saksi perjuangan Bimbingan dan Konselig dalam meraih masa kejayaan. Pada tahun 1975 jenjang pendidikan program studi di Bimbingan dan Konseling sudah memprogram Sarjana Muda, Doktoral dan D-3 pada tahun 1982 sebanyak dua angkata. Pada masa itu, prodi Bimbingan dan Konseling sudah menerima mahasiswa sekitar 40 orang dengan kurang lebih 15 dosen pengajar. Media pembelajaran masih menggunakan sarana yang sangat sederhana dengan menggunakan plastik OHP dan buku pedoman masih menggunakan dikta atau handout.

            Sekitar tahun 90-an, Bimbingan dan Konseling mulai melebarkan sayap dengan membuka jurusan yang bernama PPB. Dalam jurusan PPB terdapat tiga prodi yaitu, Psikologi, PLB dan BK. Namun, karena suatu hal prodi PLB melepaskan diri dari PPB dan berdiri sendiri menjadi jurusan.  Perkembangan BK sudah sangat pesat terbukti 3 kali berturut turut memperorelh Akreditasi A.


Semoga Semakin Jaya dan Bermakna dalam Kehidupan Bermasyarakat