Mahasiswa BK UNESA Ikuti Industry dan Community Visit di Filipina sebagai Implementasi SDG 4 dan SDG 17
Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK),
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), terus memperkuat
internasionalisasi melalui partisipasi mahasiswa dalam program Unesa Global
Students Mobility Award (UGSMA) 2026.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Nabila Rachmaniyah,
mahasiswa S1 BK UNESA yang menjalani student exchange di Filipina, mengikuti
berbagai kegiatan lapangan yang memperkaya pengalaman akademik dan sosial,
meliputi industry visit, courtesy call and campus tour, serta
industry/community visit.
Kegiatan industry visit dilaksanakan di Club Punta
Fuego, yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami
dinamika industri, manajemen layanan, serta interaksi sosial dalam lingkungan
profesional.
Selanjutnya, Nabila juga mengikuti kegiatan courtesy
call and campus tour di Batangas State University Central – Pablo Borbon
Campus. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan kelembagaan
sekaligus mengenal lebih dekat sistem akademik, fasilitas, serta budaya kampus
di institusi mitra.
Tidak hanya itu, pengalaman pembelajaran juga
diperluas melalui industry/community visit ke AGA Farmers Multipurpose
Cooperative (AGFAMCO) dan Nasugbu Sugar Planters Agriculture Cooperative.
Kegiatan ini memberikan wawasan mengenai peran komunitas dan sektor pertanian
dalam mendukung kesejahteraan masyarakat lokal, termasuk bagaimana kolaborasi
komunitas dibangun secara berkelanjutan.
Partisipasi Nabila dalam ketiga kegiatan ini
mencerminkan implementasi SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
melalui pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung dan SDG 17:
Partnerships for the Goals (Kemitraan Global) melalui interaksi dengan
institusi pendidikan, industri, dan komunitas internasional
Melalui keterlibatan dalam berbagai konteks—akademik,
industri, dan komunitas—mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih komprehensif
mengenai dinamika global, sekaligus mengembangkan kemampuan adaptasi,
komunikasi lintas budaya, dan pemahaman sosial yang relevan dengan bidang
bimbingan dan konseling.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa internasionalisasi
pendidikan tidak hanya berfokus pada ruang kelas, tetapi juga pada pengalaman
nyata yang membentuk kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global yang
kompleks.