Praktisi Mengajar Mandiri Prodi BK UNESA 2025 Hadirkan Praktisi dari Berbagai Instansi
Praktisi
Mengajar Mandiri Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya (BK
UNESA) kembali diselenggarakan pada 10–14 November 2025 secara daring dan
luring dengan melibatkan 46 praktisi dari berbagai instansi pendidikan, lembaga
layanan psikologis, dan organisasi profesional. Para praktisi tersebut terdiri
atas dosen, psikolog, guru BK, konselor sekolah, hingga mahasiswa pascasarjana
yang memiliki kepakaran di bidangnya. Kehadiran praktisi ini menjadi upaya
strategis Prodi BK UNESA dalam memperkuat relevansi pembelajaran, sekaligus
menghubungkan teori akademik dengan praktik profesional dunia kerja, khususnya
dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah maupun lembaga psikologi.
Kegiatan
Praktisi Mengajar Mandiri dilaksanakan melalui sesi kuliah daring, diskusi
interaktif, serta workshop luring yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan
pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Selama lima hari pelaksanaan, para
praktisi mengampu sejumlah mata kuliah yang disajikan oleh prodi, di antaranya
Problematik Anak dan Remaja, Teori dan Praktik Kognitif-Perilaku, Manajemen
Bimbingan dan Konseling, Psikologi Pendidikan, Dasar-Dasar Bimbingan dan
Konseling, serta mata kuliah lain yang relevan dengan perkembangan profesi
konselor. Keragaman mata kuliah tersebut membuat mahasiswa memperoleh gambaran
praktik layanan yang lebih komprehensif, baik dari segi asesmen, intervensi,
maupun pengelolaan program bimbingan.
Praktisi
yang hadir berasal dari berbagai instansi pendidikan dan lembaga profesional,
seperti universitas mitra, sekolah dan atas, lembaga konseling, serta institusi
yang bergerak dalam pengembangan layanan psikologis. Keberagaman ini memberi
mahasiswa kesempatan untuk memahami bagaimana layanan BK diterapkan dalam
konteks berbeda, mulai dari sekolah umum hingga sekolah berbasis asrama, serta
dari lembaga akademik hingga pusat layanan psikologi masyarakat. Tidak hanya
memberikan materi, para praktisi juga berbagi pengalaman aktual di lapangan
sehingga mahasiswa dapat menilai dinamika profesi secara langsung dan
terstruktur.
Pelaksanaan
kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi, baik dari mahasiswa maupun dosen
pengampu. Dalam mode daring, praktisi memanfaatkan platform konferensi video
untuk menyampaikan materi, memberikan studi kasus, dan mendemonstrasikan teknik
konseling ataupun asesmen. Sementara itu, sesi luring di kampus UNESA
dimanfaatkan untuk simulasi konseling, role-play, observasi kasus terarah, dan
praktik mini workshop. Kombinasi metode pembelajaran ini memperkuat pemahaman
mahasiswa terhadap penerapan teori sekaligus membangun keterampilan
interpersonal yang menjadi fondasi utama profesi konselor.
Berdasarkan
evaluasi awal, mahasiswa melaporkan bahwa kegiatan ini membantu mereka memahami
materi kuliah secara lebih mendalam dan kontekstual. Mereka merasa lebih siap
menghadapi tuntutan profesional karena memperoleh wawasan langsung dari para
praktisi yang telah berpengalaman di lapangan. Selain itu, kegiatan ini turut
memperluas jejaring akademik dan profesional yang bermanfaat untuk magang,
penelitian, hingga peluang karier di masa depan. Prodi BK UNESA menyampaikan
bahwa kegiatan Praktisi Mengajar Mandiri akan terus diperkuat pada tahun-tahun
mendatang sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pembelajaran dan
relevansi kurikulum terhadap kebutuhan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, Prodi BK UNESA menegaskan kembali perannya sebagai institusi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi konselor yang profesional, beretika, dan siap menghadapi tantangan layanan BK di berbagai setting pendidikan maupun sosial. Program ini tidak hanya memperkaya pembelajaran, tetapi juga menjadi jembatan penting yang menghubungkan mahasiswa dengan realitas praktik konseling yang terus berkembang.