Prodi S1 BK FIP UNESA Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Komitmen terhadap SDGs 4 Pendidikan Berkualitas
SURABAYA – Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi. Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling berhasil memperoleh predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Predikat tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya mutu secara berkelanjutan. Akreditasi Unggul tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian administratif, tetapi sebagai hasil dari proses evaluasi dan pengembangan berbagai aspek penyelenggaraan program studi.
Kualitas pembelajaran, kompetensi dan kinerja dosen, layanan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, capaian mahasiswa, tata kelola, serta jejaring kerja sama menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung terciptanya pendidikan tinggi yang berkualitas. Seluruh aspek tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman pendidikan yang relevan dengan kebutuhan profesi dan perkembangan masyarakat.
Koordinator Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling FIP UNESA, Dr. Evi Winingsih, M.Pd., menyampaikan bahwa predikat Akreditasi Unggul merupakan capaian bersama sekaligus amanah bagi seluruh sivitas akademika.
“Akreditasi Unggul merupakan capaian yang patut disyukuri, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas. Bagi Program Studi S1 BK, capaian ini bukan sekadar tentang memperoleh predikat, melainkan tentang bagaimana memastikan proses pendidikan benar-benar memberikan pengalaman belajar yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.”
Menurutnya, capaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari kontribusi seluruh unsur program studi. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra memiliki peran dalam membangun ekosistem akademik yang mendukung peningkatan mutu Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling.
Akreditasi Unggul juga menjadi dorongan bagi program studi untuk tidak berhenti pada capaian yang telah diperoleh. Penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan penelitian, peningkatan dampak pengabdian kepada masyarakat, perluasan kerja sama, serta pengembangan kompetensi mahasiswa akan terus menjadi bagian dari agenda peningkatan mutu program studi.
Komitmen tersebut memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas). SDGs 4 menempatkan pendidikan berkualitas sebagai salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan dengan menekankan tersedianya pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkelanjutan.
Dalam konteks pendidikan tinggi, kontribusi terhadap SDGs 4 tidak hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan pembelajaran di ruang kelas. Peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian, penerapan hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyediaan lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa merupakan bagian dari upaya membangun pendidikan yang berkualitas.
Bagi Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling, komitmen terhadap pendidikan berkualitas memiliki arti yang lebih luas. Lulusan tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai konsep dan keterampilan akademik, tetapi juga untuk memiliki kompetensi profesional dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat yang terus berkembang.
Predikat Akreditasi Unggul diposisikan sebagai pijakan untuk melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan, bukan sebagai titik akhir. Evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan agar kualitas penyelenggaraan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan pendidikan di masa depan.
“Kami berharap capaian ini menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi. Tantangan ke depan justru bagaimana Akreditasi Unggul dapat dibuktikan melalui kualitas lulusan, karya akademik, penelitian yang relevan, pengabdian yang berdampak, dan layanan pendidikan yang semakin baik. Dengan demikian, mutu tidak hanya terlihat dalam dokumen akreditasi, tetapi benar-benar dirasakan oleh mahasiswa, lulusan, mitra, dan masyarakat,” lanjut Dr. Evi Winingsih, M.Pd
Capaian Akreditasi Unggul tersebut sekaligus memperkuat posisi Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling FIP UNESA dalam membangun pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu dan dampak. Pengembangan program studi akan terus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta pengembangan jejaring akademik dan kemitraan yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
Dengan capaian ini, Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling FIP UNESA meneguhkan kontribusinya terhadap SDGs 4: Quality Education melalui komitmen untuk menghadirkan pendidikan Bimbingan dan Konseling yang bermutu, relevan, inklusif, dan berkelanjutan.
Akreditasi Unggul menjadi sebuah capaian, tetapi menjaga kualitas adalah proses yang harus terus dilakukan. Bagi Prodi S1 BK FIP UNESA, capaian ini menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi pendidikan dan masyarakat.