Seminar Kewirausahaan BK UNESA Hadirkan Praktisi Sociopreneur Nasional: Sofia Ambarini Dorong Mahasiswa Membangun Usaha yang Berdampak untuk Mendukung SDGs 3, 4, 8, dan 17
Program Studi S1 Bimbingan dan
Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya menghadirkan
praktisi sociopreneur nasional, Sofia Ambarini, pada Seminar Kewirausahaan 2026
bertema “Muda Berdaya, Bergerak Bersama: Menciptakan Gelombang Sociopreneur
Masa Kini.” Kegiatan ini menjadi ruang belajar inspiratif bagi mahasiswa
untuk memahami bahwa kewirausahaan tidak hanya berbicara tentang keuntungan
ekonomi, tetapi juga tentang keberanian menciptakan dampak sosial yang nyata
bagi masyarakat.
Sofia Ambarini dikenal sebagai founder dan pimpinan
berbagai perusahaan pada bidang kesehatan, wellness, kuliner, serta
pengembangan sosial masyarakat. Pengalamannya membangun PT Soul of Java
Indonesia, PT Medika Integrasi Persada Indonesia, dan PT Kuliner Nusantara
Indonesia memperlihatkan bagaimana inovasi bisnis dapat berjalan beriringan
dengan nilai kemanusiaan dan pemberdayaan sosial.
Pada sesi seminar, Sofia membagikan
pengalaman membangun usaha dari berbagai sektor, mulai dari pengembangan brand
kuliner nasional, wellness dan spa berbasis budaya lokal, hingga pengembangan
layanan kesehatan modern berbasis kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa
bisnis yang bertahan bukan hanya bisnis yang menghasilkan keuntungan, tetapi
bisnis yang mampu memberi solusi, membangun relasi, dan menghadirkan manfaat
sosial secara berkelanjutan.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada
berbagai gerakan sosial yang selama ini dijalankan Sofia melalui yayasan dan
komunitas sosial. Program seperti Indonesia Sehat Jiwa, Peer Support,
Peer Buddy, trauma healing, bantuan pendidikan, pemberdayaan
disabilitas, hingga layanan pencegahan bunuh diri menjadi contoh nyata
bagaimana pendekatan sociopreneurship dapat menyentuh isu kesehatan mental,
pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini memberikan perspektif
baru bagi mahasiswa BK bahwa ilmu konseling memiliki hubungan yang sangat dekat
dengan pemberdayaan manusia, kesehatan mental, komunikasi sosial, dan
pengembangan komunitas. Sofia menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peluang
besar untuk menghadirkan inovasi berbasis empati sosial, terutama pada era
digital yang membuka ruang kolaborasi lebih luas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang
sesi seminar dan talkshow interaktif. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai
pengembangan personal branding, penguatan jejaring sosial, keberanian memulai
usaha, hingga tantangan membangun gerakan sosial yang berkelanjutan. Pengalaman
praktis yang dibagikan narasumber membantu mahasiswa melihat bahwa
sociopreneurship bukan sekadar konsep, tetapi dapat diwujudkan melalui langkah
kecil yang konsisten dan berdampak. Melalui seminar ini, Prodi S1 BK FIP UNESA
turut mendukung implementasi:
- SDGs 3: Good Health
and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
melalui penguatan kesadaran kesehatan mental, layanan dukungan psikologis, dan gerakan sosial berbasis kesejahteraan masyarakat. - SDGs 4: Quality
Education (Pendidikan Berkualitas)
melalui pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman praktisi dan penguatan wawasan sociopreneurship mahasiswa. - SDGs 8: Decent Work
and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
melalui pengembangan jiwa kewirausahaan, kreativitas, inovasi, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja masa depan. - SDGs 17:
Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi industri, komunitas sosial, dan masyarakat dalam membangun gerakan yang berdampak luas.
Kegiatan ini menjadi salah satu
bentuk komitmen Prodi S1 BK UNESA untuk menghadirkan pendidikan yang relevan
dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Kehadiran praktisi seperti
Sofia Ambarini memperlihatkan bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari
keberanian untuk bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi
lingkungan sekitar.