Seminar Mental Health 2026 BK UNESA Perkuat Kesehatan Mental dan Resiliensi Mahasiswa untuk Mendukung SDGs 3 dan SDGs 4
Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan Seminar Mental Health 2026 bertema “Kesehatan Mental dan Resiliensi: Seni Bertahan di Era Penuh Tantangan” pada Rabu, 4 Juni 2026 pukul 08.00–12.00 WIB di Auditorium Gedung O5 Lantai 3 UNESA. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling sebagai bagian dari upaya penguatan literasi kesehatan mental dan pengembangan kapasitas resiliensi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan akademik maupun sosial.
Seminar secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA, Prof. Dr. Nursalim, M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesehatan mental sebagai fondasi keberhasilan belajar, pengembangan diri, serta kualitas kehidupan mahasiswa. Turut memberikan sambutan Kaprodi S1 Bimbingan dan Konseling FIP UNESA, Dr. Evi Winingsih, M.Pd., yang menyampaikan bahwa kemampuan bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari tekanan merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki calon konselor di tengah perubahan sosial yang semakin cepat dan kompleks.
Seminar menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang yang saling melengkapi. Narasumber pertama adalah Chikology, praktisi psikologi dan kesehatan mental, yang membahas konsep resiliensi sebagai kemampuan untuk tetap bertumbuh di tengah tekanan hidup. Melalui materi bertajuk Art of Resilience, peserta diajak memahami bahwa resiliensi bukan berarti selalu kuat atau memaksakan diri untuk bertahan, melainkan kemampuan mengenali kondisi diri secara autentik, menerima emosi secara sehat, dan menemukan strategi adaptif dalam menghadapi tantangan. Materi juga mengangkat pentingnya menjadi pribadi yang autentik dalam menghadapi situasi VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) serta membangun cara bertahan yang sehat di bawah tekanan.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai respons manusia ketika menghadapi tekanan, seperti fight, flight, freeze, dan fawn response, serta bagaimana mengenali pola respons diri agar mampu mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif. Seminar juga mengajak mahasiswa untuk memandang tekanan bukan semata sebagai ancaman, tetapi sebagai pengalaman yang dapat dikelola dan dimaknai untuk pertumbuhan pribadi.
Narasumber kedua, IPDA Purnomo, S.H., S.E., anggota Kepolisian Resor Lamongan sekaligus konten kreator edukasi sosial, memberikan perspektif mengenai kesehatan mental dari sudut pandang kehidupan sosial dan tantangan generasi muda saat ini. Melalui berbagai pengalaman lapangan, peserta diajak memahami pentingnya kemampuan mengelola tekanan, membangun dukungan sosial yang sehat, serta menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik, kehidupan pribadi, dan penggunaan media digital.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa mengenai kecemasan akademik, tekanan sosial, kelelahan emosional (burnout), hingga strategi menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan prestasi. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari pengembangan diri dan kesiapan profesional sebagai calon konselor.
Penyelenggaraan Seminar Mental Health 2026 merupakan bagian dari komitmen Prodi S1 BK FIP UNESA dalam membangun lingkungan akademik yang mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi bahwa kesehatan mental bukan hanya isu individual, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam menciptakan komunitas pendidikan yang sehat, suportif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Prodi S1 BK UNESA turut mendukung implementasi:
SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan literasi kesehatan mental, penguatan resiliensi, dan promosi kesejahteraan psikologis mahasiswa.
SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pengalaman belajar yang mendukung perkembangan akademik sekaligus kesehatan mental peserta didik.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan psikologis, kesadaran diri, serta kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk menghadapi dinamika kehidupan pada masa kini maupun masa depan.